GAGASAN BERSAMAMENUJU UNTIRTA YANG MAJU,  BERKARAKTER UNGGUL, BERDAYA SAING GLOBAL

Tulisan ini merupakan  hasil eloborasi mozaik gagasan yang  telah dituangkan dan didiskusikan bersama sama, dihadiri oleh seluruh civitas akademika Universitas Sultan Ageng Tirtayasa  (Untirta), alumni, Keluarga besar Mahasiswa Untirta, BEM Universitas, BEM fakultas, dan perwakilan lembaga kemahasiswaan lainnya, stakeholders mitra,  baik pemerintah maupun dunia usaha,  serta tokoh masyarakat Banten dan undangan lainnya, yang menyimak,  mencermati penyampaian visi, misi dan program kerja 4 ( empat ) orang  dari 45 Doktor yang  telah memenuhi syarat menjadi calon rektor  yang dimiliki Untirta saat ini, yang siap mendedikasikan diri menjadi bakal calon Rektor Untirta periode 2015-2019.  Mereka adalah Empat orang putra terbaik Untirta dan telah  mempresentasikan Visi dan Misinya, yaitu : 1) Dr. Drs. H. Mas Iman Kusnandar, SH., MH., MSi. 2)Dr. H.M. Syadeli Hanafi, M.Pd.  3). Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd.  dan 4). Dr. Sudadio, M.Pd.

 

Gagasan dan Visi

Visi yang beragam muncul dari keempat calon rektor : , “mewujudkan Universitas yang berperadaban kultur akademik  modern” , Untirta sebagai Perguruan Tinggi Masa depan di era globalisasi, Untirta Maju, Bermutu, Berdaya saing, dan berkarakter dalam kebersamaan pada tahun 2025, dan Untirta unggul, bermutu dan berkarakter .

Visi yang indah dan menjanjikan bagi kemajuan masa depan Untirta , sebagaimana juga diamini dan diapresiasi oleh para panelis yang juga merepresentasikan tokoh dan putera terbaik banten,  yang telah berkiprah secara nasional bahkan international, sesuai dengan background aktifitas, pendidikan dan perspektif pemikiran dari berbagai pengalaman hidup yang telah mereka jalani. Mereka adalah, Prof. Dr. H. Dody Nandika (Guru Besar IPB, mantan Sekjen Depdiknas), Drs. H. Tb. Farich Nahril (pengusaha nasional, anggota majelis Wali Amanat Universitas Indonesia, Komisaris di PT KS), H. Embay Mulya Syarif (Tokoh Masyarakat Banten, Ketua Majelis Ulama Indonesia, pengusaha danpenggerak ekonomi syariah) dan Dr. Ajax Moeslim, mewakili Pemerintah Provinsi Banten.

 

 Harapan dan Tantangan yang harus ditaklukkan Untuk Pencapaian Visi

Visi dan Misi yang baik perlu ditransformasikan ke seluruh civitas akademika, perlu didesain  sistemnya/metodenya untuk mengajak seluruh civitas untuk menjadikan visi itu menjadi shared vision. Hal ini mengingat Untirta  bukan hanya berperan sebagai  lembaga pengajaran, bukan hanya tempat mengajarkan text semata mata. Namun juga harus mampu menyemai karakter unggul, khususnya karakter untirta, bagaimana membangun integritas dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan, agar kehormatan dan marwah Untirta  terjaga.

Indikator utama Mutu Untirta (KPI = Key Performance Indicator) perlu dirumuskan dan disusun strateginya, Untuk siapa mutu dibangun di Untirta, sekaligus juga harus mampu mencari solusi, apa kira-kira masalah yang paling kritis di Untirta saat ini. Karena Untirta bagi bangsa Indonesia merupakan unsur penting sebuah pilar kebangsaan. Untirta yang kurang stabil, kurang beradab, dan kurang tampil baik akan memberikan efek kurang baik bagi negara. Oleh karenanya  Untirta  harus mampu memberikan efek baik kepada bangsa, menjaga kebhinekaan, menjaga keberagaman, dan tools sebagai pilar bangsa.

Perlu terus dilakukan upaya meningkatkan rangking dan mutu  Untirta baik skala nasional maupun internasional dalam layanan Tridharma Perguruan Tinggi                     (Pendidikan, Riset , Pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat). Pencapaian ini harus dilakukan tidak boleh dengan cara-cara biasa, namun dengan cara-cara yang luar biasa. Rektor sebagai structural leader  sekaligus scientific leader harus mampu melakukan hal-hal yang luar biasa dengan gagasan kebijakan brillian dan menjadi teladan dalam pelaksanaan gagasannya.

Hal yang perlu dilakukan juga oleh sebuah perguruan tinggi adalah bagaimana berkontribusi menjadi problem solver permasalahan di daerah kampus berdomisili. Tentu sebagai PTN, Untirta tidak hanya memikirkan pendidikan di kampus. Untirta berada di Propinsi yang baru,  dikenal banyak pengangguran, dan kesehatan yang buruk. Kematian bayi dan ibu sangat tinggi. Maka Fakultas Kedokteran Untirta harus segera dibangun,  sebagai bagian dari grand desain pembangunan kesehatan masyarakat Banten, Untirta perlu bermitra strategis mengemban tanggung jawab bersama sama pemerintah daerah.

Hal lain yang perlu menjadi perhatian serius adalah penerapan good corporate governance untuk bisa membersihkan potensi pelanggaran hukum, atau mencegah terjadinya pelanggaran hukum di dunia kampus. Dan juga  sangat penting  adalah bagaimana  bisa menghimpun dana masyarakat lebih besar dari dana pemerintah, memobilisasi potensi dana income generating dari hasil inovasi dan kreatifitas yang marketable dari output pelaksanaan Tridharma PT, serta memperluas jaringan kerjasama kemitraan strategis baik dengan pemerintah daerah, dunia usaha industry , institusi perguruan tinggi dan riset lain,  baik national maupun international dalam koridor simbiosis mutualisme.

Untirta lahir  karena partisipasi masyarakat Banten, beberapa hal yang harus dilakukan oleh Untirta adalah menanamkan nilai nilai budaya dan religiusitas masyarakat Banten, bahwa banten ini adalah tanahnya para wali penyebar islam yang rahmatan lil ‘alamiin. Sementara ini kondisi masyarakat banten akhir akhir ini, sebagaimana media  menyoroti Banten dengan hal hal yang memalukan, penyalah gunaan narkoba, prostitusi, korupsi. Dahulu saat kita ke masjid di luar banten, maka orang banten akan selalu diminta jadi imam. Ini adalah nilai-nilai yang sudah mulai terkikis.  Maka tugas  Untirta sebagai lembaga yang mencetak SDM Banten yang unggul di Provinsi Banten,  harus menjadi tumpuan bukan hanya tempat mentransfer knowledge dan informasi. Namun Untirta  juga harus menjadi tempat mentransfer nilai dan kultur kebantenan yang religious dan egaliter.  Lulusan untirta harus memiliki mental attitude yang baik, dan spiritualitas yang unggul, alumni Untirta harus  berperan sebagai Jawara. Pembela kebenaran.

Akhirnya, siapapun Rektor yang terpilih nanti,  yang akan memimpin Universitas Sultan Ageng Tirtayasa periode 2015-2019, harus siap dan mampu melaksanakan janji, konsep , visi dan misi yang telah dicanangkan, dihadapan seluruh civitas akademika Untirta, masyarakat banten bahkan masyarakat Indonesia. Rektor terpilih harus mampu mendedikasikan diri memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan ikhlas, bersama sama civitas akademika , menjadikan Untirta sebagai lembaga pendidikan tinggi yang bermutu berkarakter unggul dan berdaya saing global. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala upaya dan langkah kita,  dalam berjuang membangun pendidikan , peradaban unggul untuk terwujudnya masyarakat bangsa yang berperadaban.

 

Penulis adalah Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Perencanaan dan Sistem Informasi Untirta, Sekertaris Panitia Pemilihan Calon Rektor Untirta periode 2015-2019.